News & Media

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali didampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman membubuhkan tandatangan sebagai simbolis peluncuran Indonesia Marathon 2020 di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Event lari marathon internasional ini rencananya akan digelar pada 23 Agustus mendatang.* /KEMENPORA

Indonesia Tak Lama Lagi Akan Gelar Event Marathon Dunia

PIKIRAN RAKYAT – Ingin menciptakan event marathon dunia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bekerja sama dengan PT Tata Meida Prima akan menggelar Indonesia Marathon 2020, 23 Agustus mendatang. Event lari ini merupakan satu rangkaian seri yang dibuat hingga 2024 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman dalam jumpa pers di Kemenpora, Jakarta, Kamis 27 Februari 2020. Event ini menggunakan satu standar internasional yang mengacu pada AIMS-IAAF (Asosiasi Marathon Internasional dan Balapan Jarak-Asosiasi Internasional Federasi Atletik).

“Tujuannya untuk membuat Indonesia dikenal, terutama di dunia marathon. Jadi satu seri marathon di Indonesia dengan standar internasional yang digelar dalam lima tahun. Tahun ini akan dimulai di Jakarta, lalu 2021 di Lombok, 2022 di Belitung, 2023 di Medan, dan di seri terakhir marathon di 2024 berlangsung di Banyuwangi. Harapannya dengan menerapkan standar internasional, bisa jadi titik awal menuju event marathon terbesar di dunia seperti Chicago Marathon, Tokyo Marathon, dan Boston Marathon (masuk ke world major marathon),” katanya.

Event ini akan memperlombakan empat kategori yakni marathon, half marathon, 10 K, dan 5 K. Target peserta adalah 10 ribu orang yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“Nantinya akan ada piala bergilir KONI Pusat untuk pemenangnya. Bahkan bagi peserta nasional yang mampu memecahkan rekor nasional marathon milik Eduardus Nabunome dengan 2 jam 19 menit 18 detik yang sudah bertahan selama 27 tahun, akan diberikan hadiah sebesar Rp 1 miliar,” tuturnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa apa yang dilakukan KONI Pusat ini suatu inovasi luar biasa. Dari yang hanya mengatur cabor, kali ini mengadakan kegiatan yang bisa menghasilkan profit.

“Pemerintah senang, bukan hanya dari segi prestasi, tapi ini juga termasuk bagian dari pemasalan olahraga dan semoga masyarakat makin tersosialisasi tentang pentingnya olahraga. Kami akan dukung sesuai kemampuan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dinilai Zainudin bisa sebagai ajang sosialisasi dan promosi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua di Oktober mendatang.

Terkait dengan rute perlombaan, Direktur Perlombaan Rieta Tambunan mengatakan pihaknya sudah punya beberapa opsi. Nanti setelah fix dari sisi keamanan, pihaknya baru akan mengumumkannya.

“Yang pasti rute akan melewati cagar budaya yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Terkait dengan dukungan pemerintah, Marciano mengatakan bola pihaknya tidak meminta dana. Tapi lebih kepada kebijakan agar kegiatan ini bisa di gelar pada Agustus mendatang dan jadi rangkaian dari HUT Ke-74 RI. Sementara untuk pengelolaan anggaran, Marciano menegaskan dilakukan secara profesional.

“Karena ini juga terkait dengan wabah Coronavirus yang sedang menjangkit dunia. Kita masih ada 6 bulan, jadi harapannya semua bisa di atas kedepannya. Di batasi atau tidak tamu dari luar negeri, kami akan lihat perkembangannya nanti,” ucapnya kemudian.

Bila kegiatan ini berhasil, ujar Zainudin, bisa jadi pemicu bagi cabang-cabang olahraga lainnya untuk bisa mencari pendanaan secara mandiri. Dukungan pemerintah pun bisa disalurkan untuk hal-hal yang lebih tepat sasaran untuk kemajuan olahraga. Ini awal dari bagaimana menjadikan olahraga sebagai industri.

“Saat ini baru basket, sepakbola, dan voli yang sudah mulai masuk ke level industri. Jadi apa yang dilakukan KONI ini jadi rintisan untuk cabang-cabang olahraga lain yang sulit mencari pendanaan mandiri. Merubah paradigma, bahwa tidak selamanya cabor harus menunggu bantuan pemerintah. Jadi pembinaan usia muda bisa terus berjalan secara kontinu,” imbuhnya.***