Search Result ""

Indonesia Marathon Digelar 8 Agustus, Ikutan Yuk!

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama The Media Place (PT Tata Media Prima) akan menggelar Indonesia Marathon pada 8 Agustus mendatang sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76.

Acara ini didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Mengusung konsep sport tourism, ajang maraton perdana ini akan mengajak para peserta melalui beberapa objek ikonik dan bersejarah. Lokasinya sendiri akan berbeda setiap tahunnya.

Di seri pertamanya, Indonesia Marathon bakal digelar di Jakarta. Destinasi berikutnya adalah Mandalika pada 2022, Belitung pada 2023, Danau Toba pada 2024, dan Banyuwangi pada 2025. Di masing-masing lokasi ini, pihak penyelenggara akan menyiapkan rute lari spektakuler yang akan memberikan pengalaman baru, aman, dan nyaman bagi para pesertanya.

Sebagai ajang lari maraton internasional pertama di Indonesia, Indonesia Marathon menggunakan standar dunia dalam pelaksanaannya, yakni AIMS/IAAF (World Athletics) yang sudah diimplementasikan pada ajang maraton kelas dunia, seperti Abbott World Marathon Majors.

Kategori yang dilombakan meliputi Marathon 42K, Half Marathon 21K, 10K, dan 5K. Diharapkan dapat menarik hingga 15.000 pelari, informasi terkait pendaftaraan Indonesia Marathon bisa dipantau lewat akun Instagram @indonesiainternationalmarathon atau situs resminya.

Indonesia Marathon akan memberikan hadiah miliaran rupiah bagi para pemenang di empat kategori yang dilombakan. Hal ini menjadikan ajang ini sebagai lomba maraton dengan hadiah terbesar di Indonesia.

Tak hanya itu, hadiah sebesar satu miliar rupiah menanti untuk pelari kategori maraton yang berhasil memecahkan rekor nasional milik Eduardus Nabunome, yakni 2 jam 19 menit 8 detik. Kejutan lainnya adalah pemenang pertama berkewarganegaraan Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Boston Marathon.

Persiapan Indonesia Marathon Sudah Matang: Protokol Kesehatan Jadi Fokus Utama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ajang lomba lari internasional seri  perdana, Indonesia Marathon yang digagas oleh KONI Pusat kembali mempersiapkan diri di tahun 2021 ini.

Seperti diketahui, Indonesia Marathon sebelumnya diagendakan dihelat pada 23 Agustus 2020. Akan tetapi karena pandemi Covid-19 membuat Indonesia Marathon ditunda.

Direkrut lomba Indonesia Marathon Riena Tambunan mengatakan untuk persiapan Indonesia Marathon bisa diadakan di tahun ini sudah cukup siap.

Hanya saja masih ada beberapa sektor yang masih harus disesuaikan dan dikoordinasikan.

“Untuk Indonesia Marathon itu kan sebenarnya persiapannya sudah matang, cuma masih banyak yang kami harus koordinasi ulang karena kan kondisi (pandemi covid-19) naik turun nih,” kata Riena saat mengunjungi Kantor Tribun Network, Rabu (20/1/2021).

Riena menjelaskan pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus yang bakal berkoordinasi dengan tim satgas Covid-19.

Menurut Riena di era new normal seperti ini setiap event memang wajib mempunyai tim satgas Covid-19.

Peraturan itu sudah disetujui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Dari komite sendiri kami sudah siapkan satgas, khusus yang menangani Covid-19 dan kebetulan saya salah satu yang membuatkan peraturan untuk event yang telah disetujui oleh Kemenparekraf dan tembus ke lintasan menteri dan sudah dilaksanakan oleh Borobudur Marathon,” kata Riena.

“Saya sendiri yang merancang (sistem bubble) dan sudah dapat persetujuan dari IAF. Itu yang sudah kita kerjakan bersama World Major Marathon salah satunya Boston dan Marathon besar lainnya. Jadi kalau saya rasa dari teknisnya sudah sekitar 75 persen dan 25 persennya itu kita tinggal koordinasi dengan stakeholder,” jelasnya.

Sementara itu, jika Indonesia Marathon sudah mendapatkan izin dan bisa terselenggara pada pertengahan tahun ini, dikatakan Riena untuk peserta juga bakal disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pasalnya, saat ini banyak negara yang menerapkan travel bubble yakni suatu negara yang berhasil mengontrol Covid-19 sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

“Peserta yang ikut ribuan, tapi kalau kami di new normal seperti ini dengan adanya travel bubble yang sudah dibuka tentunya terbuka untuk semua negara tapi kalau ada travel bubble kami mengutamakan lokal dan negara-negara tetangga. Kalau event maju tentunya negara-negara tetangga juga akan berani masuk ke Indonesia,”

“Kami juga sudah dapat sounding dari Singapore Marathon. Shanghai Marathon sudah menyelenggarakan dengan 9 ribu orang, tidak ada kasus itu akhir November. Guangzhou Marathon itu Desember dan di Thailand ada 15 ribu peserta di bulan Oktober. Jadi kalau kita jalankan dengan protokol yang sudah kita buat tentu harusnya risikonya bisa kecil,” pungkas Riena.

Sementara itu, untuk lokasi dan jadwal Indonesia Marathon, panitia sudah menyiapkannya, begitu juga dengan protokol kesehatan.

Hanya saja, pihaknya belum bisa membeberkan lantaran masih melihat dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia.

Riena pun berharap munculnya vaksin Covid-19 membuat Indonesia Marathon yang rencana diadakan pada pertengahan tahun ini bisa berjalan dengan baik.

Sesuai Konsep Sport Tourism, Alasan Jakarta Menjadi Lokasi Indonesia Marathon 2020

DKI Jakarta dipastikan akan menjadi tempat penyelenggaraan event marathon internasional, Indonesia Marathon 2020.

Ajang lari tersebut akan digelar pada 23 Agustus 2020 dan termasuk ke dalam agenda perayaan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-75.

Race Director Indonesia Marathon 2020, Rina Tambunan, menilai Jakarta layak dipilih menjadi lokasi pertama karena sesuai dengan konsep sport tourism yang diusung pemerintah maupun penyelenggara.

“Jakarta itu sangat menjanjikan untuk sport tourism. Kami ingin lewat Indonesia Marathon 2020 ekonomi di Jakarta lebih maju terutama yang mikro,” kata Rina Tambunan, seperti dilansir dari kompas.com, Kamis (28/02).

Terkait dengan rute, Rina Tambunan menyebut penyelenggara sudah menentukan namun belum bisa diumumkan saat ini.

Indonesia Marathon adalah kegiatan yang digagas oleh Komite Olahraga Nasional (KONI) dan PT Tata Media Prima.

Dalam perencanaan awal, ajang ini akan berlangsung hingga 2024 di berbagai kota di Indonesia.

Indonesia Tak Lama Lagi Akan Gelar Event Marathon Dunia

PIKIRAN RAKYAT - Ingin menciptakan event marathon dunia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bekerja sama dengan PT Tata Meida Prima akan menggelar Indonesia Marathon 2020, 23 Agustus mendatang. Event lari ini merupakan satu rangkaian seri yang dibuat hingga 2024 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman dalam jumpa pers di Kemenpora, Jakarta, Kamis 27 Februari 2020. Event ini menggunakan satu standar internasional yang mengacu pada AIMS-IAAF (Asosiasi Marathon Internasional dan Balapan Jarak-Asosiasi Internasional Federasi Atletik).

"Tujuannya untuk membuat Indonesia dikenal, terutama di dunia marathon. Jadi satu seri marathon di Indonesia dengan standar internasional yang digelar dalam lima tahun. Tahun ini akan dimulai di Jakarta, lalu 2021 di Lombok, 2022 di Belitung, 2023 di Medan, dan di seri terakhir marathon di 2024 berlangsung di Banyuwangi. Harapannya dengan menerapkan standar internasional, bisa jadi titik awal menuju event marathon terbesar di dunia seperti Chicago Marathon, Tokyo Marathon, dan Boston Marathon (masuk ke world major marathon)," katanya.

Event ini akan memperlombakan empat kategori yakni marathon, half marathon, 10 K, dan 5 K. Target peserta adalah 10 ribu orang yang berasal dari dalam dan luar negeri.

"Nantinya akan ada piala bergilir KONI Pusat untuk pemenangnya. Bahkan bagi peserta nasional yang mampu memecahkan rekor nasional marathon milik Eduardus Nabunome dengan 2 jam 19 menit 18 detik yang sudah bertahan selama 27 tahun, akan diberikan hadiah sebesar Rp 1 miliar," tuturnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa apa yang dilakukan KONI Pusat ini suatu inovasi luar biasa. Dari yang hanya mengatur cabor, kali ini mengadakan kegiatan yang bisa menghasilkan profit.

"Pemerintah senang, bukan hanya dari segi prestasi, tapi ini juga termasuk bagian dari pemasalan olahraga dan semoga masyarakat makin tersosialisasi tentang pentingnya olahraga. Kami akan dukung sesuai kemampuan," tambahnya.

Kegiatan ini juga dinilai Zainudin bisa sebagai ajang sosialisasi dan promosi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua di Oktober mendatang.

Terkait dengan rute perlombaan, Direktur Perlombaan Rieta Tambunan mengatakan pihaknya sudah punya beberapa opsi. Nanti setelah fix dari sisi keamanan, pihaknya baru akan mengumumkannya.

"Yang pasti rute akan melewati cagar budaya yang ada di Jakarta," ujarnya.

Terkait dengan dukungan pemerintah, Marciano mengatakan bola pihaknya tidak meminta dana. Tapi lebih kepada kebijakan agar kegiatan ini bisa di gelar pada Agustus mendatang dan jadi rangkaian dari HUT Ke-74 RI. Sementara untuk pengelolaan anggaran, Marciano menegaskan dilakukan secara profesional.

"Karena ini juga terkait dengan wabah Coronavirus yang sedang menjangkit dunia. Kita masih ada 6 bulan, jadi harapannya semua bisa di atas kedepannya. Di batasi atau tidak tamu dari luar negeri, kami akan lihat perkembangannya nanti," ucapnya kemudian.

Bila kegiatan ini berhasil, ujar Zainudin, bisa jadi pemicu bagi cabang-cabang olahraga lainnya untuk bisa mencari pendanaan secara mandiri. Dukungan pemerintah pun bisa disalurkan untuk hal-hal yang lebih tepat sasaran untuk kemajuan olahraga. Ini awal dari bagaimana menjadikan olahraga sebagai industri.

"Saat ini baru basket, sepakbola, dan voli yang sudah mulai masuk ke level industri. Jadi apa yang dilakukan KONI ini jadi rintisan untuk cabang-cabang olahraga lain yang sulit mencari pendanaan mandiri. Merubah paradigma, bahwa tidak selamanya cabor harus menunggu bantuan pemerintah. Jadi pembinaan usia muda bisa terus berjalan secara kontinu," imbuhnya.*** 

Indonesia Marathon Edisi Pertama Digelar di Jakarta Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Edisi pertama Indonesia Marathon bakal digelar di Jakarta pada 23 Agustus 2020 mendatang. Indonesia Marathon merupakan ajang berskala internasional yang diprediksi akan mendobrak tren lomba marathon di Indonesia karena juga mengusung konsep sport tourism. Konsep tersebut membuat rute Indonesia Marathon 2020 akan melewati berbagai monumen yang menjadi ciri khas dan keunikan Jakarta. Baca juga: Ini Jawaban Maitimo soal Kedekatannya dengan Agnez Mo Tidak hanya itu, rute Indonesia Marathon 2020 juga akan melewati tol dalam kota. Alhasil Indonesia Marathon 2020 akan menjadi event lari pertama di Jakarta yang menutup jalan tol. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, berharap melalui event ini Indonesia bisa memiliki identitas baru di dunia olahraga internasional. Hal itu disampaikan Marciano dalam konfrensi pers peluncuran Indonesia Marathon 2020 di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Kamis (27/2/2020). "Kami berharap pemerintah bisa memberi dukungan dalam hal kebijakan untuk menyukseskan Indonesia Marathon 2020," kata Marciano Norman. "Kami ingin Indonesia bisa punya event marathon internasional seperti Jepang, Inggris, atau Jerman," ujar Marciano Norman menambahkan.

Menpora, Zainudin Amali (tengah kiri) dan Ketua Umum Koni Pusat, Marciano Norma, (tengah kanan) dalam acara konfrensi pers peluncuran Indonesia Marathon 2020 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.(KOMPAS.com/ M. Hafidz Imaduddin) Ketiga negara yang disebutkan Marciano Norman termasuk penyelenggara The Abbot World Marathon Majors. The Abbot World Marathon Majors adalah seri yang terdiri dari enam lomba marathon terbesar dan paling terkenal di dunia. Selain Jepang, Inggris, dan Jerman, Amerika Serikat menjadi negara keempat penyelenggara yang menggelar tiga lomba di tiga kota yang berbeda.

Untuk menyelenggarakan Indonesia Marathon 2020, KONI bekerja sama dengan PT Tata Media Prima. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengapresiasi gebarakan yang dilakukan KONI dalam menyelenggarakan Indonesia Marathon. "Indonesia Marathon adalah hasil inovasi yang menarik dari KONI. Secara konsep harapannya Indonesia Marathon bisa menjadi marathon dengan standar internasional," kata Zainudin Amali. "Kemenpora dan Kemenparkeraf akan mendukung dan semoga ke depan bisa menjadi kalendar resmi olahraga dan pariwisata nasional," ujar Zainudin Amali. Edisi pertama Indonesia Marathon menargetkan 10.000 peserta baik itu pelari nasional maupun internasional Sama seperti lomba marathon pada umumnya, Indonesia Marathon juga akan melombakan empat nomor yakni full marathon (42k), half marathon (20k), 10k, dan 5k. Selain hadiah uang miliaran rupiah, pemenang juga akan memperebutkan Piala Bergilir hingga Piala KONI untuk berbagai nomor.

Mencari Pendobrak Rekor Maraton Baru

JAKARTA (HN) - Indonesia Marathon 2020 membawa gebrakan baru di lomba lari maraton Tanah Air. Event yang digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat siap mengucurkan hadiah Rp 1 miliar bagi pelari yang mampu mendobrak rekor nasional milik Eduardus Nabunome.
Tantangan tersebut terbilang sulit. Sebab, belum ada satu pun pelari jarak jauh nasional yang menembus waktu 2 jam 19 menit 18 detik yang pernah dibukukan Eduardus di Pekan Olahraga Nasional (PON) 1993 Jakarta. Hal ini membuat KONI Pusat menantang para pelari untuk menembus batas waktu pada perlombaan yang berlangsung di Jakarta pada 23 Agustus.
Direktur Balapan Indonesia Marathon Rina Tambunan menjelaskan panitia bakal bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Tak sekadar untuk memberi asistensi, tetapi juga berkoordinasi terkait atlet-atlet nasional yang akan diturunkan di maraton nanti.

"Nanti PASI yang menentukan atletnya karena ada kebijakan tertentu untuk atlet nasional," kata Race Director Indonesia Marathon Rina Tambunan kepada HARIAN NASIONAL usai jumpa pers di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (27/2).

"Yang pasti nanti ada pembagian kategori antara peserta umum dengan atlet elite nasional atau internasional. Atlet elite ini juga nanti jadi peserta melalui undangan."

Mengusung motto "Tembus Batas Maksimal", lomba maraton perdana gagasan KONI Pusat ini diharapkan bisa diikuti 10 ribu pelari. Mereka akan terbagi dalam empat kategori, yaitu Marathon, Half-Marathon, 10K, dan 5K.

Terkait pemilihan rute, Indonesia Marathon akan melalui objek ikonik dan bersejarah di Ibu Kota. Rencananya event ini juga akan digelar secara rutin di kota berbeda dalam lima tahun ke depan.
"Setelah Jakarta, tahun selanjutnya akan digelar di Mandalika (Lombok), Belitung, Medan (Danau Toba) dan Banyuwangi," kata Ketua KONI Pusat Marciano Norman.
Ia berharap Indonesia Marathon bisa masuk dalam kategori lomba major. Seperti di London Marathon, Tokyo Marathon dan New York Marathon.
Selain itu, kata Norman, penyelenggaraan ini juga diharapkan dapat membawa olahraga Indonesia masuk dalam ranah industri. Sebab, tak semua cabang olahraga (cabor) sudah bisa berdiri mandiri tanpa bantuan pemerintah.

"Kami harapkan ke depan induk organisasi olahraga Indonesia bisa menggali potensi, sehingga tak lagi mengandalkan dana APBN dari pemerintah untuk membina atletnya," ujar Marchiano. "Kami juga berharap Kemenpora bisa membantu kami secara perizinan."
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Indonesia Marathon. Menurutnya, event ini bisa menjadi bagian dari pembudayaan olahraga kepada masyarakat umum.

"Ini adalah inovasi yang baik dari KONI Pusat. Saya kira semakin banyak yang berinisiatif seperti ini akan semakin baik bagi olahraga kita karena ini bukan mencari prestasi, tetapi bisa juga membudayakan olahraga kepada masyarakat untuk hidup sehat," ujar Zainudin.

Menpora Dukung Indonesia Marathon 2020 Jadi Bagian Pemasyarakatan Olahraga

Jakarta – Menpora Zainudin Amali didampingi Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman meluncurkan Indonesia Marathon 2020 di Media Center Kemenpora, Kamis (27/2) sore. Kegiatan yang digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PT Tata Media Prima ini akan mengajak 10.000 orang pelari baik dari dalam maupun luar negeri untuk melewati batas maksimal mereka.
Dengan konsep sport tourism, ajang Indonesia Marathon 2020 akan mengajak para peserta melalui beberapa objek bersejarah dengan rute yang sengaja dipilih untuk memberi pengalaman baru yang cepat, aman dan nyaman. Kedepannya, Indonesia Maraton akan dilaksanakan setiap tahun di lokasi yang berbeda.
“Saya tentu berterima kasih kepada KONI yang akan mengelar Indonesia Marathon. Tentunya Kemenpora akan mendukung dengan kemampuan kita. Ini suatu inovasi yang luar biasa dari KONI. Jadi kalau selama ini KONI di kenal hanya mengatur organisasi cabor tapi sekarang KONI melakukan inovasi yang menarik yakni melaksanakan Indonesia Marathon. Dengan tema “Tembus Batas Maksimal” maka harus bisa sama dengan marathon di kota-kota besar dunia lainnya, ” ujarnya.
Masih lanjutnya, bagi Indonesia even Indonesia Maraton merupakan suatu kebanggaan karena akan di lakukan di lima kota. “Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia, rencananya even ini akan di gelar di lima (kota) destinasi wisata. Agar lebih meriah kita akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelasnya.
“Saya kira semakin banyak masyarakat yang berinisiatif menyelenggarakan even seperti ini pemerintah sangat apresiasi, pemerintah senang karena ini bukan hanya dari segi prestasi tetapi juga dari permasalahan dan kebudayaan, serta pemasyarakatan olahraga,” tambahnya.
Ketua Umum KONI Marciano Norman mengucapkan terima kasih kepada Menpora yang sudah memberikan dukungan kepada KONI dan Tata Media Prima dalam melaksanakan Indonesia Marathon ini. “Tentu kita terima kasih kepada KONI yang mendukung kami dalam melaksnksan Indonesia Marathon ini. Secara teknis Indonesia Marathon ini mendapatkan asistensi dari PB PASI,” ujarnya.
“Tujuan Indonesia Marathon tentunya kita ingin membuat Indonesia ini lebih dikenal oleh masyarakat banyak, terutama pencipta Marathon dunia bahwa di Indonesia akan ada lomba lari marathon yang akan dilaksanakan di lima kota-kota besar dalam kurun lima tahun. Oleh karenanya Indonesia Marathon yang akan digelar pada Agustus 2020 ini merupakan satu titik awal untuk menuju maraton-marathon besar di dunia seperti Chicago Marathon dan Tokyo Marathon,” tambahnya.
Pada tahun 2020 akan digelar di Jakarta. Tahun 2021 akan digelar di Mandalika, Lombok. Tahun 2022 akan di gelar di Belitung, Kepulauan Belitung. Tahun 2023 di Medan dan tahun 2024 di Banyuwangi Jawa Timur. Para pemenang berhak memperebutkan Piala Bergilir yang bergengsi. Piala bergilir akan diberikan kepada pemenang di lomba kategori Nasional, Internasional dan beberapa kategori lainnya.
Piala Ketua Umum KONI juga akan dipersembahkan kepada pemenang kategori Komunitas. Maraton Indonesia juga memberikan hadiah miliaran rupiah bagi para pemenang di empat nomor yang dilombakan; Marathon, setengah maraton, 10 ribu, lalu 5K. Hal ini menjadikan Indonesia Marathon sebagai lomba Marathon dengan hadiah terbesar di Indonesia. Bahkan bagi peserta nasional yang mampu memecahkan rekor nasional Maraton milik Eduardus Nabunome (dengan rekor 2 jam 19 menit 18 detik) akan diberikan hadiah senilai satu miliar.
Hadir di acara tersebut Plt. Deputi Bidang Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Staf Khusus Menpora Bidang Kreativitas dan Inovasi Kaum Milenial Alia Noorayu Laksono dan Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga H. Mahfudin Nigara. (kemenpora)

Indonesia Marathon 2021

Indonesia Marathon adalah event Lari Marathon Internasional pertama di Indonesia, berstandar dunia yang pelaksanaannya akan mengacu kepada standard AIMS – IAAF (World Athletics) yang sudah diimplementasikan pada Marathon kelas dunia seperti The Abbot World Marathon Majors. Indonesia Marathon adalah acara resmi yang digagas oleh PT Tata Media Prima dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat serta telah mendapat dukungan secara antusias dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF) dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Registrasi:

  • Pre-Registration dibuka dari tanggal 28 Maret 2021.
  • Terdapat potongan harga khusus selama bulan April 2021 bagi peserta yang mendaftar di Pre-Registration.
  • Open Registration dibuka kembali pada bulan Mei-Juni 2021.

Hadiah:

  • Rp 1 milyar untuk pelari kategori marathon (berkebangsaan Indonesia) yang berhasil memecahkan rekor nasional (2 jam, 19 menit, 8 detik).
  • Hadiah menarik lainnya untuk masing-masing kategori lainnya.

G: @indonesia.marathon
YT: Indonesia Marathon
TW: @IndoMarathon
FB: @indonesiaMarathon

Lokasi lomba: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta - Indonesia

Kategori jarak: 5K, 10K, Half Marathon, Marathon

Informasi lomba: www.indonesia-international-marathon.com 

Kontak person registrasi lomba: hello@indonesia-international-marathon.com